Sabtu, 04 Januari 2014

Nasihat dipagi hari




Cerita pagi, saat bersapa dengan ke dua 'bunda' teman kampus tetangga kelasku. Selalu ada komunikasi yang hangat saat bertemu dengan kedua wanita yang kukagumi ini. Bagiku mereka wanita yang hebat (setelah ibu kandungku) sebagai inspirasi dari perjuangan mulia dengan usia yang tak lagi muda tetapi tetap semangat dalam menuntut ilmu. 
 
Ada topik menarik. Vertigo dapat menyebabkan kanker otak dan menyebabkan kematian jika tidak segera dilakukan tindak lanjut yang tepat. Menurut cerita bunda, ada teman mereka yang meninggal akibat penyakit ini. 
           
Vertigo adalah sebuah gangguan ketidakseimbangan syaraf otak. Ada dua jenis vertigo yang ku ketahui sejauh ini. Penyakit ini juga tidak "memilih", siapapun bisa mengidap penyakit ini. Orang dewasa-anak dibawah umur, laki-laki atau perempuan, gemuk atau kurus dan status sosial apapun. 
           
Mengingat beberapa waktu yang lalu pernah menyerangku. Pandangan yang seolah-olah beputar-putar, muntah dan sakit sampai berhari-hari. Untungnya tidak sampai dirawat dirumah sakit. Menurut teman kerjaku keluhan semacam itu seperti gejala vertigo. Awalnya aku anggap biasa saja bahkan berpikir mungkin karena kecapekan dari ketidakseimbangan pola kerja, pola makan dan kurang cukup istirahat. Mengingat beban kerja, beban kuliah (tugas yang menumpuk dan amanah sebagai ketua tingkat yang terkadang cukup membebani) dan amanah yang lain. 
           
"coba diperiksakan, len. Bunda tau bebanmu besar. Selagi belum terlambat. Atau cari cara biar gak terlalu stres" saran mereka tulus. 
           
Saran dan perhatian yang baik. Ada satu hal seperti mengetuk hati sebagai bentuk peringatan. Maut datang kapanpun dan dimanapun. Bukan hal mati yang ditakutkan. Karena mengingat kematian adalah sesuatu hal yang pasti. Yang bernyawa pasti akan mati.
           
Tetapi lebih kepada jika sudah waktunya kita berpulang padaNya, bekal apa yang akan kita bawa?. Sedangkan dalam proses usaha untuk terus memperbaiki kualitas pribadi dan keimanan terkadang masih sering kali merasa lalai. Ada semacam godaan untuk setiapkali berusaha dan berniat menjadi pribadi yang ahsan dan ihsan. 
           
Masih banyak melakukan kesalahan dalam bersikap dan berlisan. Mungkin ada banyak hati yang terlukai dari perbuatan yang disengaja maupun tidak. 
           
Ya, Rabb.. Engkau pemilik takdir hidup dan mati kami. Jika boleh meminta, saat masih ada kesempatan untuk menikmati sisa waktu yang Engkau berikan. Tuntunlah kami menjadi insan yang berkualitas baik dan bermanfaat untuk banyak orang. Beri kesempatau untuk Membahagiakan bunda dan orang-orang terkasih. Hidup yang barokah dan berkarya. Aamiin. 
           
Thanks to my mom tercinta untuk cinta dan kasih sayang mu.. Dan bunda Suryati dan bunda Nurhasanah. Salam hormat ku pada mu... ;) 

Lena Munzar
 
Bta, sweet room. Sabtu,
11 Mei 2013 17:44 wib. 

Pertolongan Allah yang begitu Indah...




Jika saja musibah itu tak terelakkan. Mungkin detik ini aku tidak bisa menuliskan kejadian yang baru ku alami. Sebuah insiden penjambretan yang baru pertama kali ku alami dan semoga tidak terjadi lagi setelah ini. Sepulang dari belanja. Aku membeli keperluan sehari-hari dan pewangi pakaian dengan aroma fruity passion (karna aku tidak sembarang memilih pewangi, indra penciumanku agak sensitif gak bisa sembarang pewangi) yang rencananya untuk pewangi mukena dan sajadah. Adikku yang membonceng aku yang duduk menyamping,

Merasa agak sedikit aneh, melihat dua pemuda mengendarai motor seperti sedang mengikuti dari belakang. Pas melewati simpang empat menuju komplek rumah yang memang sedikit remang dan tidak begitu ramai hanya ada penjual gerobak kacang rebus, sate dan nasi goreng. Pengendara motor itu mempercepat laju kendaraanya menyalip ke sebelah kiri kami. Aku yang memang sedang memegang hp karna sedang mengecek email yang tadinya dari di telpon adikku yang lolos dari antrian parkir motor belum sempat dikantongi lagi.

Ku pikir kota kelahiranku masih aman dan terkendali tapi sekarang... Dengan laju kecepatan yang lumayan ngebut laki2 yg dibonceng tiba2 menjambret hpku. Aku Sempat mempertahankan dg genggamanku namun genggamanya terasa kuat juga, tenaga lelaki. Tapi mungkin terhalang karena masih terhubung hadset yg dalam keadaan terpasang dan kantong belanjaan yg ku pangku. Aku tersentak sempat mengucap takbir saking kagetnya. Hp terlempar tercecer. Alhamdulillah bisa di pungut. Pengendara motor itu melaju dan menghilang di telan arus yang lumayan ramai.

Kuputuskan untuk tidak meneriakinya karna aku melihat hpku terlempar. Perasaanku sedih karna mengalami hal seperti ini. Tapi ada rasa lega dan syukur atas pertolongan Allah. Sebenarnya kalau sedang keluar malam aku jarang bawa hp dan dompet. Cukup membawa uang ala kadarnya. Untung dompet tadi sempat dimasukkan kekantong belanjaan. Alhadulillah.. Allah masih melindungi. Rasanya kl bukan karna pertolongan Allah kecil kemungkinan dapat mempertahankan hp-ku. Bukan mengingat nilai hp. Jujur hpku nokia xpress. jadul di bandingkan hp punya adik2ku.. Tapi yg penting nomor2 kontak yg penting.. Dan beberapa hal yg menjadi kenangan indah..

 20 Agustus 2011 pukul 23:34

Di cari penjual tahu...



Pagi-pagi ke pasar. Melewati sebuah sekolah kejuruan swasta, berbaris rapi siswa-siswa sedang melakukan aktivitas upacara bendera, hari senin. Ups, dulu beberapa tahun lalu aku seperti mereka. dan hari ini hari senin aku ke pasar.
kok jam sibuk? karena belum masuk kuliah dan free dari kegiatan dunia tanpa koma. So, aku nyoba lagi buat belanja ke pasar. Untuk urusan kepasar, memasak tak beda dengan menulis. semua aktivitas tersebut membutuhkan keterampilan yang harus disiasati dengan cermat dan cerdas. sederet list belanjaan sudah di siapkan.
Tapi... pasar sudah berubah. tempat jual tahu langganan saya dulu sudah tidak tempatnya. muter-muter sampe bingung. dan tiba-tiba... "dek.. dek.." ada yang memanggil. Dengan semangat ku hampiri. biasanya huh, males banget merespon panggilan di jalan yang terkadang orang iseng atau menggoda. Tapi  ini suara perempuan, dan ternyata padagang tahu yang saya cari. "kok pindah, bu?" tanya saya.."udak lamaa dek, udah jarang kepasar ya... " godanya yang membuat saya sedikit malu... hehe :p
 30 September 2013 pukul 11:08

Mengulang Cerita...?





Haruskah aku menyaksikan kembali daun ku jatuh di tanah kering?
Air hujan belum mampu mengguyur penuh...
Meski ia tidak sedang meratapi kepergian senja yg telah berlalu.
Melodi sepi masih menemani, dengan nada yg terdengar sayup dan lirih.
Semua mulai tampak melelahkan...
Keraguan mendera
Akankah sampai waktu untuk bertemu pagi? 
Pagi yang punya janji pada sebongkah hati.
JanjiNya yg pasti...

Bta, ahad 24.2.2013

Pengalaman di Bully




        
Hal ini yang pernah kualami beberapa wakt lalu, Pas pulang kerumah aku mendapati  ada jemuran baby depan rumah. dalam benakku timbl pertanyaan "Jmran siapa, ya?". ak celingak-celinguk. perasaan tetanggaku gak ada bayi yang bar lahir deh, apa mereka kedatangan kelarga jauh ya yang punya bayi. 
         Tiba-tiba langsung aku di serbu tatapan curiga dari teman2 ku. Jangan kan mereka aku aja bingung. Nasib, di bully sama mereka. Hadeh.. inilah nasib singel diantara teman-temanku yang sudah bertahun-tahun menjadi ibu-ibu. hihi... sering diBully.


         Setelah puas dengan aksi mereka. Tetangga ku datang "lena, ibu numpang jemura, ya" senyum mesem pun sebagai jawaban, plus tatapan siap balas dendam se semua teman2 ku yang badan mereka mulai mengecil... Kecil.. keciiiiil banget Kayak semut. Haha..
21 Februari  2013