Minggu, 13 Desember 2009

Artikan...

Artikan...
Hal yang sangat aku imani yang belum sepenuhnya aku lakukan
Baru berupa harapan yang dibangun dari puing-puing kesadaran yang berserakan
adagetaran-gataran menyusup didalam dada
getaran yang mampu melelehkan Kristal bening disudut yang kucari
dari dalam hati yang mengarang dan enggan untuk kuakui
lama menyadari
bahwa diri ini amatlah sangat-sangat kecil dan lemah
tanpaMu penguasa hati…

By : lena munzar ( insan yang baru belajar merangkai kata)

di posting di facebook jum'at pukul 16:39

(Ada yang mau mengartikan Arti dari diksi yang dipilih…?)

Kamis, 19 November 2009

puisi Temani Aku

Temani Aku

Huh...
ku hembuskan nafas berat.
berharap ringankan separuh jiwa yang merapuh...
satu teman pergi,
yang lain datang atas nama amanah.
katakan siapa yang bisa membantuku memikulnya bersamaku,
menghibur hatiku yang sedih.
indahnya senja terbuyar bersama tergoresnya luka.
luka di tangan dan jari kakiku,
darah membasah tak mampu menghadirkan rasa.
sakitkah?entahlah...
ada apa ini? rasa apa ini.



Ya, itu puisi ku yang sempat ku posting di Facebook-ku. ada beberapa komentar sih, walau tidak banyak tapi ya lumayan ada yang mengomentari. itupun hanya dikalangan teman-teman yang mengenal baik aku. walau hasil presentasenya komentar itu kecil dari yang aku kirimkan melalui catatan di facebook. Tapi itu bukanlah masalah yang serius. Disini aku hanya ingin menuliskan cerita atau latar belakang aku ( merasa) berhasil menuliskan sebuah puisi yang sebenarnya adalah gambaran suasana hatiku ketika itu.
ternyata benar teori yang mengajarkan "menulislah apa yang kamu pahami".
walau sederhana tapi setidaknya dan sederhananya aku berhasil menuliskannya.
di mulai dari mencoba nengungkapkan rasa lewat tulisan. di hari itu aku memang bersedih. Huh... ku hembuskan nafas berat.
satu teman yang selama ini membantuku di dunia baruku. ( pekerjaan yang tidak terbayangkan akan menjalaninya).
satu teman pergi, hari itu teman itu pergi disaat aku benar-benar belum siap mengamban amanah-amanah itu.
kepanikan-kepanikan muncul sampai-sampai sore itu aku mengalami sebuah kecelakaan kecil. tanpa terasa telapak tangan dan jari kakiku yang ketika itu benar-benar terluka terkena pecahan kaca. darah, luka itu benar-benar membuat aku tambah bingung. indah senja terbuyar bersama tergoresnya luka.
tapi dibeberapa penggalan kalimat itu ada kalimat yang sengaja di pilihkan kata-kata yang membuat koma puisi itu. dan jika dibaca keseluruhan pembaca dipersilahkan mengartikannya dengan arti kanan atau kiri.
diluar komentar yang tertulis di komentar facebook. ada sebagian yang berkomentar kalau itu puisi cinta. yang ku tulis untuk seseorang, jelasnya gambaran aku sedang patah hati.
ada yang berpendapat tentang dakwah, yang benar-benar amanah. silahkan sah-sah saja. walau sebenarnya akupun bingung ( jujur) menjelaskannya. dan entah mengapa aku memilih diksi-diksi itu.
: )
aku tidak tahu apa ini menyentuh atau tidak untuk orang lain. yang jelas puisi itu sangatlah kata-kata yang penuh makna. dan penting bagiku. hari yang terkesan bagiku. melukiskan gambaran suasana hatiku.
hanya menyarankan menulis menggunakan metode " Menulislah apa yang kamu pahami ". jauh lebih efektif lebih cepat dan lebih indah. setidaknya untuk memudahkan kita menuliskan, melukiskan apa yang akan kita tuliskan tentang gambaran hati kita yang akan kita tuliskan.

Semoga . Amiin.
good luck.
" Semoga bumi menjadi lebih indah "

- lena -



Sabtu, 29 Agustus 2009

LangitMU

Rabb...aku suka memandangi langit luasMu
di malam milikMu
menikmati suasana heningMu
dengan irama syahdu
ku terbangkan
impian, harapan, do'aku padaMu...
dan kuyakini itu...


Bta, "Rumah" pink 3x4
08.08.09 / 11:10

Senin, 22 Juni 2009

Resensi Buku



-->
JUDUL : Catatan Hati Seorang Istri
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : PT Lingkar Pena Kreativa
Tebal : 224 Halaman
Asma Nadia nama pena dari Asmarani Rosalba. Mengawali karirnya sebagai seorang penulis. Ia pun sebagai pencipta lagu saat ia masih di sekolah dasar. Dan akhirnya aktif menulis cerpen, puisi, resensi di media sekolah. Dan mulai aktif mengirimkan tulisan-tulisannya ke majalah-majalah islam. Mulai dari cerita bersambung, serial dan cerita anak mulai tersebar di beberapa media. Peraih banyak penghargaan di dunia tulis-menulis. Profilnya dimuat didalam profil perempuan pengarang, peneliti, penerbit di Indonesia.
Ibu dari dua anaknya yang manis ini pun gigih berbagi ilmu dan pengalaman hingga ke pelosok daerah di Indonesia guna memberikan seminar-seminar, Workshop kepenulisan.
Seorang penulis produktif yang telah menghasilkan karya lebih dari 30 buku dan CEO dalam sebuah penerbitan. Ada beberapa karyanya ia serius mengangkat persoalan perempuan. Terbukti dalam hasil karyanya Catatan Hati Seorang Istri, Cetakan Pertama terbit bulan April 2007 dahsyat dan sangat menyentuh mengalami cetak ulang hanya dalam dua pekan. Best Seller. Menyusul empat bulan kemudian bukunya masih dalam seputar dunia perempuan dalam karyanya Kerenamu Aku Cemburu, Curahan Hati Seorang Istri yang ia tulis Asma Nadia dkk. Mengungkap sisi lain dunia perempuan. Bertema tentang cemburu, Bagaimana memanajemen rasa cemburu kala rasa itu datang tanpa mampu untuk di hindari dengan bijak. Dengan memperlihatkan figur teladan bagi muslimah. Menata cemburu agar islami dengan cara syar’i. Memoleskan emosi dengan cantik di setiap cerita.
Adik kandung Helvy Tiana Rosa ini Selama bertahun-tahun ia mencatat berbagai kisah yang pernah mampir dalam kehidupannya baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain, ia kemas dengan sangat menyentuh khas dunia perempuan di dalam hatinya, seraya sambil berdo’a suatu saat nanti ia bisa menuliskanya dan terbukti kini.
Berdasarkan hasil teropongnya yang tidak hanya dalam hatinya pribadi melainkan ia pun mencoba masuk kehati-hati perempuan lain. 25 kisah yang mengharu biru membuat para pembaca ketika sedang menikmati tulisan karyanya hingga mampu membuat ternganga.
Dengan cara yang baik pula ia mampu menghargai para nara sumber dengan sengaja ia menyamarkan. Namun intinya tidak mengurangi esensi dan tujuan cerita, Membantu menemukan ibroh, menyajikan pelajaran hikmah yang dapat di petik.
Catatan Hati Seorang Istri merupakan perwujudan empati dan perekaman Asma Nadia - sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu - terhadap perempuan Indonesia.
Buku yang sangat layak untuk di konsumsi bagi siapa saja. Baik bagi perempuan yang telah menikah - istri – sebagai bahan evaluasi dan mensyukuri karunia yang terdapat pada dirinya. Bagi perempuan yang akan menjadi seorang istri di harapkan dapat “cerdas“. Baik hati maupun dalam bertingkah laku. Juga tidak di halangi bari para suami atau mereka calon suami sebagai pelajaran untuk bisa memahami dengan bijak mengenali karakteristik, sifat wanita yang unik. Karena wanita tidak cukup hanya di mengerti tetapi lebih untuk di pahami. Mengenali sisi lain dari perempuan yang mungkin sebagian dari manusia lain menganggap perempuan remeh, tidak berdaya, dan pada tataran tertentu sering dianggap sebagai makhluk nomor dua yang sebenarnya ada sebuah kekuatan yang dahyat yang dimiliki seorang perampuan.
Dalam buku ini pun Asma Nadia sebagai penulis yang berhasil merekam pengalaman-pengalaman, dialog hati, pertanyaan-partanyaan dan ketidak mengertian tentang isi kepala dan sikap laki-laki, kekecewaan, kemarahan, kesedihan dan keputusasaan yang tergabung mewakili potret sebagian perempuan ( baca : istri )
Tak luput ia juga menuliskan harapan membawa pembaca pada kesiapan yang lebai baik ketika kita ( dan para tokoh dalam kisah-kisah di dalam bukunya ) ketika mendapat ujian. Dapat mempertahankan cinta, memulainya kembali, atau bahkan dapat menumbuhkan cinta?. Karna bagaimanapun cinta dalam pernikahan dan rumah tangga itu suci yang harus di perjuangkan.
Dan mengingatkan hidup yang selalu memiliki warna yang berbeda. Mengajak para perempuan untuk memulai menulis, mencatat. Tidak hanya kenangan indah, Tetapi juga berani berfikir tentang beban perasaan, kesedihan, ketakutan, apa saja sebelum terlambat menuliskanya.
Ia berharap perempuan untuk selalu ber’doa dan meminta padaNya. Semoga Allah SWT memberi kekuatan bagi semau hambaNya dan khususnya bagi para perempuan.
( Lena juara 1 Lomba Resensi Milad FLP SUMSEL VIII 2008.
judul buku: Catatan hati seorang istri - Asma Nadia )


-->
Lena: Alhamdulillah...gak nyangka. padahal meteri yang di pelajari untuk meresensi buku masih minim banget dan pertama kali meresensi buku dan ikut lomba meresensi buku.
(Catatan dari dewan juri: dalam meresensi buku jangan ragu-ragu untuk mengungkapkan kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.). Terima kasih.

Minggu, 24 Mei 2009



Untukmu teman

(Brothers)

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya

Sabtu, 23 Mei 2009


Aku kehilangan lagi satu teman yang baik...


jum'at, 22 mei 2009
pukul 16:50 wib

Lututku terasa melamas, pikiranku melayang... terbang ... hilang... kosong.
bumipun seakan tak lagi berputar...

Innalillahi wa inna ilahi raaji'un...

Hanya itu kata yang mampu terucap.
Saat mendapat kabar kalau dia telah tiada. meninggal akibat kecelakaan di dese Tubohan Ogan Ulu.Tabrakan dengan truk yang ternyata masih sepupunya.


Rasa tak percaya aku kehilangan teman yang baik. tak ada tanda-tanda...
Ia masih sholat jum'at di masjid...

Tak percaya melihanya terbujur kaku dengan kondisi bahu patah, rahang patah, juga tulang lehernya patah, wajah lebam...

Johan kusnadi yang keseharian di kantornnya bekerja di puskesmas lulusan perawat gigi, PNS.
di lingkungan masjid dia akrab di panggil kus. Salah satu personil Tim Nasyid Ogan Voice, RISMA Masjid Muhammadiyah yang sudah ku kenal kurang lebih selama sepuluh tahun ini. dan aku memanggilnya "kak Kus".

Cerita singkat saat itu ia pulang ke dusun Blambangan kec, Ulu Ogan. ia pulang ingin melihat keponakanya dari Muara Enim sedang di rumah sang Nenek. segala sesuatu untuk oleh-oleh sudah di belinya. buah, makanan untuk si kecil dan sayur mentah. Selama di perjalanan dia selalu berada di belakang kendaraan sang adik yang kebetulan ke Baturaja membayar pajak motor. Saat berhenti di POM Bensin sempat ia berkata " cepatlah tinggal setengah jam lagi". Padahal jarak yang harus di tempuh masih satu jam-an lagi. pukul 16.00 wib Saat hampir di tikungan fatal dia mendahului kendaraan sang adik. saat luput dari pandangan saat itulah kejadian terjadi.

Tak sempat lagi mendapatinya di rumah sakit, nekat aku ikut berangkat dengan rombongan teman-taman yang lain berangkat jam tujuh malam walau kembali sampai rumah harus jam dua dini hari.

Dia tahu kecil ku, masa jahil-ku, dan saat hijrahku. senyum manisnya menyambutku dengan hangat saat aku memutuskan untuk hijrah dan masuk di lingkaran kecil. yang selalu tersenyum manis saat bertemu, senyuman yang sekarang kurasakan indah bila mengingatnya... senyumanya yang singkat hanya beberapa detik.dalam keadaan apapun, kondisi apapun dia akan tetap tersenyum padaku...

Banyak kenangan terukir indah saat bersama...

Dia seorang teman sekaligus saudara bagiku...

Saat kami kerja gotong royong untuk acara masjid, tak pernah sekalipun ia mengerjakan pekerjaan yang tidak selesai. Perfect.Rajin semua serba bisa.

Masjid seperti rumah kedua baginya.jam sebelas sebelum Dzuhur sudah di masjid.

Teringat pada kebiasan-kebiasaan moment-moment yang kami jalani bersama dengan teman-teman yang lainnya. pun aku tahu kebiasaan-kebiasanya. Saat kami makan Tekwan bareng buatan ibuku yang sering di tambah potongan ayam. kalau bahasa kami menyebutnya tetelan ayam. di singkirkanya dari mangkuk makannya. kalau kami makan dengan lauk danging ayam atau sapi dia hanya pakai telur gorengpun jadi.

Tak pernah marah dengan kejahilan-kajahilanku di masa silam.

Tak pernah kusangka ia akan pergi secepat itu...

Masih ku ingat dengan jelas saat ia mengembalikan buku yang di pinjamnya, saat dua hari sebelum aku kehilagan dia saat aku baru keluar pintu saat pulang kerja kami berpapasan. ia masih sempat memberikan senyumnya. yang tak kusangka itu senyuman yang terakhir untukku...
Satu hal yang ingin di lakukanya untukku... Ia ingin mendekorasi masjid untuk ku pakai saat aku melangsungkan akad nikah...

Sekarang tak adalagi seseorang yang seperti dia, tak adalagi kebiasaan-kebiasaan yang kami jalani bersama dia. Aku dan teman-teman remaja masjid yang lainnya sudah kehilangan dirinya...
Tak lagi kulihat seseorang yang saat bicaranya terlihat sedikit gagap... derai tawanya yang khas... tak ada lagi kulihat seseorang dengan tilawahnya sehabis sholat... seseorang yang melompat sana-sini karna takut dengan kodok... tak ada lagi saat makan bersama dengannya...
tahun ini tak adalagi kebiasaan-kebiasaan indah di bulan Ramadhan, buka puasa, sms hari raya, sms hari lahir...tak adalagi seeorang itu di masjid dan di hari-hari kami.

Ya, Rabb aku tahu ini semua sudah ketentuanmu, Tak ada yang melakukan sesuai kehendak selain diriMu...Rabb terimalah amal ibadahnya... jadikan diakhir waktu kami kelak dengan khusnul khotimah...Amiin...

Selamat jalan Teman...


Lena

Ruang kerja, 24 mei 2009
14:00 pm

Do'a singkat untuk sepasang orang yang ku cintai:

Allahuma firli waliwalidaya warhamhuma robhayani shoghiro...

Rabu, 06 Mei 2009




Saat aku terpuruk sendiri

Engkau hadir menemani


Saat aku bisu


Engkau bicara mengubah hatiku


Saat semua samar

Bantu aku agar semua tampak padaku


aku ingin selalu dekat denganMu


aku ingin memdengarMu
aku ingin membacaMu

Jangan butakan mata hatiku

Jangan tulikan agar aku tak merasa sunyi


- lena
kamar senja, 24.08.2008
03:02 pm