Beberapa waktu lalu. Waktu tepat dini hari aku di kejutkan dering hp-ku. Nama seorang sahabat tercantum di layar hp. Ada apa ya? Kok telpon malam-malam gini?
Ku sambut dengan kantuk yang terjaga dan intonasi suara seadannya…
Dari seberang suara tangis mendera. Tanpa ucapan kata-kata… berulang kali ku Tanya ada apa? TapI hanya suara tangis sesegukan yang menjawab. Sampai akhirnya aku pasrah dan diam sambil menunggu ia buka suara sendiri. Ku tunggu satu, dua, tiga menit berlalu… ( sambil mulai resah, kasihan pulsanya…J )
“ Len… Suamiku selingkuh…”
Aku terbelalak. Kaget plus bingung.
Sambil sesegukan ia cerita panjang lebar. Terasa sakit hati dan perihnya.
Ia terus bercerita siiringi tangisnya. Tanpa peduli akan diriku yang tidak menyumbang suara sedikitpun.
Ku dengarkan dengan seksama sambil berfikir kok dia mau cerita sama aku? Padahal siapalah aku ini.apa yang bias aku perbuat untuknya. Mau kasih nasihat? Nasihat apa?, huh… boro-boro nasihat dan solusi ngerti juga nggak… ( belum ada pengalaman rumah tangga. )
Aku ikut sedih.
Swlain menjadi pendengar yang baik. Setelah tangis dan ia selesai mengeluarkan uneg-unegnya ku sarankan ia sholat dulu. Mengadulah pada Allah. Semoga Allah member petunjuk atas masalahnya.
Setelah itu mataku tak mau lagi terpejam.
Banyak hal berkecamuk di otakku.
Dan lahirlah sebuah puisi. untuk sahabatku di seberang sana.
Doa sering kali kita devinisikan sebagai salah satu cara atau ritual kita untuk berkomunikasi pada sang Pencipta. Ada juga yang menjadikan doa sebagai tempat menenangkan hati. Atau sebentuk permohonan manusia akan bermacam-macam keinginan dan permintaan. Apapun itu doa adalah hal penting dalam ibadah. Bahkan seseorang bisa dianggap sombong ketika selesai sholat tidak membuka kedua telapak tangannya untuk berdoa memohon pertolongan Allah sang Maha Pengabul Doa.
Tentang waktu-waktu yang dianggap mustadjab saat berdoa itulah salah satu sisi terindah dalam doa. Sering kali saya memanfaatkan waktu diantara waktu adzan dan iqomah untuk berdoa. Saat hati resah , saat hati tidak berdaya, saat hati sedih, hati yang terkadang terdzolimi sambil menahan air mata yang berdesakan dipelupuk mata yang akhirnya tumpah saat berdoa semua itu saya manfaatkan untuk berdoa.
Tentunya berdoa setelah sholat jelas yang utama.
Walau sebenarnya berdoa tidak hanya dalam keadaan kita butuh saja tetapi pada saat senang, tenang, dan bahagia. Ternyata berdoa juga sebuah perintah Allah. Apalagi kalau kita berdoa penuh kekhusyukan dan penuh kejujuran akan bernilai ibadah. Sebagai bentuk keyakinan sebagai satu-satunya tempat kita bermohon dan minta permohonan.
Dan saya pun suka memandangi titik-titik rinai hujan yang jatuh membasahi bumi, saat Allah swt menumpahkan rahmatNya di muka bumi saya juga berdoa. Hati ini tenang saat titik-titik air membelai lembut wajahku.
Karena hanya Allah yang tahu hatiku.
Saat hati sudah memasrahkan diri hanya satu harap. Yaitu doa ini ingin didengar olehNya. Untuk segera di kabulkan atau tidaknya, itu hak Allah. Kita tidak pernah tahu yang terbaik menurut Allah.
Walau jujur kadang sering terbesit pertanyaan dalam hati saat doa yang ku panjatkan tak kunjung jua terkabulkan ( yang menurut ukuran terwujudnya doa kala itu adalah terwujudnya sesuai keinginanku )
Tetapi ketika ikhtiar dan doa dipanjatkan dengan segenap tenaga namun belum juga terlihat hasilnya. Lama saya dalam fase tersebut. Hingga menimbulkan pertanyaan kenapa ya Allah tidak mengabulkan doa saya? Apa Allah tidak sayang pada saya? Marahkah Allah pada saya? Itulah setan sedang menggoda saya . Astaqfirullah haladzim…
Sampai akhirnya saya menyadari dosa-dosa saya selama ini. Amal yang saya perbuat tidaklah sebanding dengan banyaknya permohonanku, permintaan ku pada Rabb.
Allah Maha Baik. Saya diberi kesempatan untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya.
Yang sesungguhnya. Allah menuntun saya lewat buku-buku tentang Keajaiban Doa. Tuntunan Berdoa danHakikatnya Berdoa. Tentang hak Allah mengabulkan, mengganti Doa kita dengan Kebaikan yang Allah berikan pada hambanya, bahkan Hak Allah untuk tidak mengabulkan demi kebaikan hambanya sendiri. Allah memberikan pelajaran lewat doa-doa yang dikabulkan dengan Hikmahnya saat Allah mengganti doa saya lewat kebaikan yang lain. Mengabulkanpada waktu yang tepat untuk saya. Sampai saya menitikan air mata karena bersyukur syukur.
Hal yang saya yakini “ atau siapakah yang memperkenankan (Doa) orang yang didalam kesulitan apabila ia berdoa kepadaNya, dan yang menhilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu ( manusia) sebagai khalifah. Di bumi? Apakah disamping Allah ada Tuhan ( yang lain )?. Amat sedikitlah kamu mengingat(Nya)” (Q.S. an-Naml : 62 )
Banyak kisah yang menceritakan keajaiban doa bagi yang mengimani. Sering kali saya merasa malu saat sadar doa itu amatlah penting.
Saat saya kecil mama selalu mengajak berdoa bersama dalam keadaan tertentu yang terkadang sulit untuk kami pahami. Ketika ada sesuatu hal yang dianggap sebuah ujian dimasa-masa kritis perekonomian keluarga kami. Maka mamaku mengajak saya, adik-adik saya, kami anak-anaknya berdoa. “ Berdoa nak. Memohon pada Allah semoga kita akan lebih baik lagi nantinya. “ sering kali saya mendapatkan saat mama di usai sholatnya membuka kedua telapak tanganya sambil minitikan air mata. Membuat saya sering kali tersentuh.
Seingat saya sering kali Doa-doa saya akan sangat panjang jika ada “Maunya” misalkan pada saat ujian semester sekolah, apalagi kalau sedang UAN dan menunggu waktu pengumuman kelulusan, atau saat sayaada masalah - kalau sekarang kemungkinan saat meminta dipertemukan dengan jodoh ( Hm…J ) - Maka saya berdoa dengan penuh keyakinan akan di kabulkan.
Biasanya saya berdoa setelah bertasbih, berslolawat maka dilanjutkan dengan doa untuk kedua orang tua ( kadang doa khusus kalau lagi ada maunya) lalu meminta RahmatNya, di limpahkan Rezeki, memohon petunjuk saat menjalani Takdir dari_nya, memohon Petunjuk dan solusi dari semua permasalahan, memohon terus di beri Hidayah, terakhir Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat. Dan saat ini saya yakini benar akan kekuatan doa.
Cerita saya saat masih belum mengerti akan pentingnya doa.
Saya jadi teringat masa-masa saya masih sering melakukan keisengan. Dulu sewaktu masih dibangku sekolah pernah ada masa saya sedang malas berdoa dan bisa di pastikan doa saya hanya itu-itu saja, terus-terus di ulang-ulang selama hamper lewat satu minggu, saat itu sedang tidak banyak maunya juga. Tapi Karena tidak mau dikatakan sombong tapi Malas berlama-lama, maka saat itu saya ucapkan “Doa singkat”.
Saking singkatnya mamaku sampai heran. Maka pas usai saya sholat dan “Doa singkat” saya. Mama menanyakan tentang apa kira-kira doa yang saya panjatkan saat itu. Tapi kujawab denganjawaban nakal “ Ada, Aja ! “ sambil senyum jahil. Tahukah apa doa saya saat itu??? Sungguh sebenarnya saya malu untuk mengingat dan mengatakannya kembali.
Pada saat itu tanpa banyak basa-basi saya berdoa “ Ya Allah, ya Tuhanku. Doa saya sama kayak kemaren “: P
Hal yang sangat aku imani yang belum sepenuhnya aku lakukan Baru berupa harapan yang dibangun dari puing-puing kesadaran yang berserakan adagetaran-gataran menyusup didalam dada getaran yang mampu melelehkan Kristal bening disudut yang kucari dari dalam hati yang mengarang dan enggan untuk kuakui lama menyadari bahwa diri ini amatlah sangat-sangat kecil dan lemah tanpaMu penguasa hati…
By : lena munzar ( insan yang baru belajar merangkai kata)
di posting di facebook jum'at pukul 16:39
(Ada yang mau mengartikan Arti dari diksi yang dipilih…?)
Huh... ku hembuskan nafas berat. berharap ringankan separuh jiwa yang merapuh... satu teman pergi, yang lain datang atas nama amanah. katakan siapa yang bisa membantuku memikulnya bersamaku, menghibur hatiku yang sedih. indahnya senja terbuyar bersama tergoresnya luka. luka di tangan dan jari kakiku, darah membasah tak mampu menghadirkan rasa. sakitkah?entahlah...
ada apa ini? rasa apa ini.
Ya, itu puisi ku yang sempat ku posting di Facebook-ku. ada beberapa komentar sih, walau tidak banyak tapi ya lumayan ada yang mengomentari. itupun hanya dikalangan teman-teman yang mengenal baik aku. walau hasil presentasenya komentar itu kecil dari yang aku kirimkan melalui catatan di facebook. Tapi itu bukanlah masalah yang serius. Disini aku hanya ingin menuliskan cerita atau latar belakang aku ( merasa) berhasil menuliskan sebuah puisi yang sebenarnya adalah gambaran suasana hatiku ketika itu. ternyata benar teori yang mengajarkan "menulislah apa yang kamu pahami". walau sederhana tapi setidaknya dan sederhananya aku berhasil menuliskannya. di mulai dari mencoba nengungkapkan rasa lewat tulisan. di hari itu aku memang bersedih. Huh... ku hembuskan nafas berat. satu teman yang selama ini membantuku di dunia baruku. ( pekerjaan yang tidak terbayangkan akan menjalaninya).satu teman pergi, hari itu teman itu pergi disaat aku benar-benar belum siap mengamban amanah-amanah itu. kepanikan-kepanikan muncul sampai-sampai sore itu aku mengalami sebuah kecelakaan kecil. tanpa terasa telapak tangan dan jari kakiku yang ketika itu benar-benar terluka terkena pecahan kaca. darah, luka itu benar-benar membuat aku tambah bingung. indah senja terbuyar bersama tergoresnya luka. tapi dibeberapa penggalan kalimat ituada kalimat yang sengaja di pilihkan kata-kata yang membuat koma puisi itu.dan jika dibaca keseluruhan pembaca dipersilahkan mengartikannya dengan arti kanan atau kiri. diluar komentar yang tertulis di komentar facebook. ada sebagian yang berkomentar kalau itu puisi cinta. yang ku tulis untuk seseorang, jelasnya gambaran aku sedang patah hati. ada yang berpendapat tentang dakwah, yang benar-benar amanah.silahkan sah-sah saja. walau sebenarnya akupun bingung ( jujur) menjelaskannya. dan entah mengapa aku memilih diksi-diksi itu. : ) aku tidak tahu apa ini menyentuh atau tidak untuk orang lain. yang jelas puisi itu sangatlah kata-kata yang penuh makna. dan penting bagiku. hari yang terkesan bagiku. melukiskan gambaran suasana hatiku. hanya menyarankan menulis menggunakan metode " Menulislah apa yang kamu pahami ". jauh lebih efektif lebih cepat dan lebih indah.setidaknya untuk memudahkan kita menuliskan, melukiskan apa yang akan kita tuliskan tentang gambaran hati kita yang akan kita tuliskan.
Semoga . Amiin. good luck. " Semoga bumi menjadi lebih indah "
Rabb...aku suka memandangi langit luasMu di malam milikMu menikmati suasana heningMu dengan irama syahdu ku terbangkan impian, harapan, do'aku padaMu... dan kuyakini itu...
Asma Nadia nama pena dari Asmarani Rosalba. Mengawali karirnya sebagai seorang penulis. Ia pun sebagai pencipta lagu saat ia masih di sekolah dasar. Dan akhirnya aktif menulis cerpen, puisi, resensi di media sekolah. Dan mulai aktif mengirimkan tulisan-tulisannya ke majalah-majalah islam. Mulai dari cerita bersambung, serial dan cerita anak mulai tersebar di beberapa media. Peraih banyak penghargaan di dunia tulis-menulis. Profilnya dimuat didalam profil perempuan pengarang, peneliti, penerbit di Indonesia.
Ibu dari dua anaknya yang manis ini pun gigih berbagi ilmu dan pengalaman hingga ke pelosok daerah di Indonesia guna memberikan seminar-seminar, Workshop kepenulisan.
Seorang penulis produktif yang telah menghasilkan karya lebih dari 30 buku dan CEO dalam sebuah penerbitan. Ada beberapa karyanya ia serius mengangkat persoalan perempuan. Terbukti dalam hasil karyanya Catatan Hati Seorang Istri, Cetakan Pertama terbit bulan April 2007 dahsyat dan sangat menyentuh mengalami cetak ulang hanya dalam dua pekan. Best Seller. Menyusul empat bulan kemudian bukunya masih dalam seputar dunia perempuan dalam karyanya Kerenamu Aku Cemburu,Curahan Hati Seorang Istri yang ia tulis Asma Nadia dkk. Mengungkap sisi lain dunia perempuan. Bertema tentang cemburu, Bagaimana memanajemen rasa cemburu kala rasa itu datang tanpa mampu untuk di hindari dengan bijak. Dengan memperlihatkan figur teladan bagi muslimah. Menata cemburu agar islami dengan cara syar’i. Memoleskan emosi dengan cantik di setiap cerita.
Adik kandung Helvy Tiana Rosa ini Selama bertahun-tahun ia mencatat berbagai kisah yang pernah mampir dalam kehidupannya baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain, ia kemas dengan sangat menyentuh khas dunia perempuan di dalam hatinya, seraya sambil berdo’a suatu saat nanti ia bisa menuliskanya dan terbukti kini.
Berdasarkan hasil teropongnya yang tidak hanya dalam hatinya pribadi melainkan ia pun mencoba masuk kehati-hati perempuan lain. 25 kisah yang mengharu biru membuat para pembaca ketika sedang menikmati tulisan karyanya hingga mampu membuat ternganga.
Dengan cara yang baik pula ia mampu menghargai para nara sumber dengan sengaja ia menyamarkan. Namun intinya tidak mengurangi esensi dan tujuan cerita, Membantu menemukan ibroh, menyajikan pelajaran hikmah yang dapat di petik.
Catatan Hati Seorang Istri merupakan perwujudan empati dan perekaman Asma Nadia - sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu - terhadap perempuan Indonesia.
Buku yang sangat layak untuk di konsumsi bagi siapa saja. Baik bagi perempuan yang telah menikah - istri – sebagai bahan evaluasi dan mensyukuri karunia yang terdapat pada dirinya. Bagi perempuan yang akan menjadi seorang istri di harapkan dapat “cerdas“. Baik hati maupun dalam bertingkah laku. Juga tidak di halangi bari para suami atau mereka calon suami sebagai pelajaran untuk bisa memahami dengan bijak mengenali karakteristik, sifat wanita yang unik. Karena wanita tidak cukup hanya di mengerti tetapi lebih untuk di pahami. Mengenali sisi lain dari perempuan yang mungkin sebagian dari manusia lain menganggap perempuan remeh, tidak berdaya, dan pada tataran tertentu sering dianggap sebagai makhluk nomor dua yang sebenarnya ada sebuah kekuatan yang dahyat yang dimiliki seorang perampuan.
Dalam buku ini pun Asma Nadia sebagai penulis yang berhasil merekam pengalaman-pengalaman, dialog hati, pertanyaan-partanyaan dan ketidak mengertian tentang isi kepala dan sikap laki-laki, kekecewaan, kemarahan, kesedihan dan keputusasaan yang tergabung mewakili potret sebagian perempuan ( baca : istri )
Tak luput ia juga menuliskan harapan membawa pembaca pada kesiapan yang lebai baik ketika kita ( dan para tokoh dalam kisah-kisah di dalam bukunya ) ketika mendapat ujian. Dapat mempertahankan cinta, memulainya kembali, atau bahkan dapat menumbuhkan cinta?. Karna bagaimanapun cinta dalam pernikahan dan rumah tangga itu suci yang harus di perjuangkan.
Dan mengingatkan hidup yang selalu memiliki warna yang berbeda. Mengajak para perempuan untuk memulai menulis, mencatat. Tidak hanya kenangan indah, Tetapi juga berani berfikir tentang beban perasaan, kesedihan, ketakutan, apa saja sebelum terlambat menuliskanya.
Ia berharap perempuan untuk selalu ber’doa dan meminta padaNya. Semoga Allah SWT memberi kekuatan bagi semau hambaNya dan khususnya bagi para perempuan.
( Lena juara 1 Lomba Resensi Milad FLP SUMSEL VIII 2008.
judul buku: Catatan hati seorang istri - Asma Nadia )
-->
Lena: Alhamdulillah...gak nyangka. padahal meteri yang di pelajari untuk meresensi buku masih minim banget dan pertama kali meresensi buku dan ikut lomba meresensi buku.
(Catatan dari dewan juri: dalam meresensi buku jangan ragu-ragu untuk mengungkapkan kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.). Terima kasih.